Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen
finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan
perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual'
kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini
adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi.Saham
dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market)
Jenis
Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common
stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham
preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik
hampir sama dengan saham biasa. Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis
tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan
perusahaan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B,
kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan
kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa
Aplikasi
Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia,
pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 100 lembar atau disebut juga
dengan 1 lot.
Saham pecahan (tidak bulat 100 lembar) bisa diperjualbelikan secara over
the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah
untuk mendapatkan keuntungan dengan cara:
1. Meningkatnya nilai kapital (capital
gain).
2. Mendapatkan dividen.
Penawaran Saham Perusahaan kepada masyarakat pertama kali
sebelum listing di bursa dinamakan Initial Public Offering (IPO),
sedangkan jika sudah terdaftar (listing) dan perusahaan ingin menambah
saham beredar dengan memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham lama
untuk membeli-nya dinamakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau
dikenal juga dengan sebutan Right Issue.
Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek Jakarta dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt (ADR). Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Seperti saat krisis moneter pada tanggal 15 September 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai 292,12 poin. Pada bulan September pula, IHSG mencapai nilai terendah yaitu 254 poin. Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under value. Dalam periode 2002-2007, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor. Contohnya pada tahun 2006 dan tahun 2007 IHSG memposisikan dirinya sebagai salah satu indeks yang memiliki kinerja terbaik dunia ( peringkat 2 setelah Cina, mencapai level 2.745,826 poin). Pada tanggal 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,262 poin sekaligus menorehkan sejarah sebagai level indeks tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, IHSG mengalami peningkatan rata-rata tahunan sebesar 42,18% sebagai pergerakan indeks tertinggi dibandingkan dengan peningkatan indeks di Asia.

0 komentar:
Post a Comment