Mungkin
Anda pernah mendengarkan pernyataan yang mmenyatakan bahwa saham adalah salah
satu bentuk judi. Kontroversi ini bisa jadi akibat dari kurangnya informasi
mengenai seluk-beluk bermain saham yang benar. Bisa juga karena banyaknya
pemain saham terutama di Indonesia yang hanya mengandalkan rumor, isu
berita, informasi orang dalam, dan juga mengikuti rekomendasi dari teman.
Banyak pemain saham yang tidak memiliki pengetahuan cukup untuk bermain saham.
Saham
tidak sama dengan judi, karena pembelian saham yang benar adalah berdasarkan analisa yang
logis, bukan hanya tebak-tebakan saja. Kalau ada yang mengatakan saham layaknya
judi, kemungkinan orang tersebut pernah rugi banyak di saham tanpa tahu asal
usul kerugian tersebut. Butuh bukti?Warren Buffett menjadi
salah satu orang terkaya di dunia karena membeli saham dengan perencanaan yang matang, bukan karena faktor tebak-tebakan. Orang-orang
yang "main" saham akan berpotensi rugi. Investasi atau trading saham
butuh perencanaan, tidak bisa asal "main" saja. Investasi atau trading saham butuh latihan dan praktek yang
bahkan berulang-ulang, sama sulitnya seperti bidang-bidang lainnya. Saham bukan
instrumen yang didesain untuk kaya cepat. Justru butuh kesabaran ekstra dalam
kegiatan seperti ini.
Anda
merasa sebagai pribadi yang impulsif dan tidak sabaran? Saham bisa jadi tidak
cocok untuk jenis investasi Anda. Untuk orang-orang seperti ini,
banyak-banyaklah melatih kesabaran atau hindari saham sama sekali. Saham itu
ibarat mobil berkecepatan di atas rata-rata. Namun butuh latihan yang
berulang-ulang supaya lancar mengendarainya. Jika Anda malas berlatih, sudah
bisa dipastikan akan sering 'menabrak' dan bahkan 'terluka' ketika
'mengendarai' instrumen saham ini. Untuk itu disiplinlah dengantrading atau investing
plan Anda. Ketika Anda melanggarnya, biasanya kerugian akan
membengkak. Belajarlah tentang saham dari siapapun yang lebih jago &
pengalaman. Terkadang satu pengalaman mereka bisa berharga untuk seumur hidup
karir anda di saham. Asalkan disiplincut loss, Anda tidak akan pernah
bangkrut di dalam investasi saham. Malah portfolio Anda akan terus bertumbuh.
Berita
baiknya lagi, pada tahun 2011 lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah
mengeluarkanfatwa halal No. : 80/DSN-MUI/III/2011 untuk
transaksi jual-beli efek yang bersifat ekuitas. Yang haram dalam pasar
modal adalah transaksi dengan unsur spekulasi (judi) atau tanpa alasan jelas,
transaksi dengan menggunakan margin, transaksi jual terlebih dahulu baru
membeli(short selling) dan transaksi menggunakan informasi orang
dalam (insider information).
sumber : carabelajarmainsaham

0 komentar:
Post a Comment